Jauh di sana
Di arah yang kuharap sebagai ufuk timur
Dari sisi gelap semesta ini
Di tempat yan kuharap akan kembali terbit sang surya nan gemilang
Kulihat secercah sinar
Putih,
Bersih tak ternoda
Tercengang,
Namun ku tak bertenaga tuk bangkit
Dan berlari mengejar setitik harapan itu
Yang entah menapa
Terasa akan sirna
Bila kuacuhkan adanya
Tanpa raga pun jadi
Kukejar setetes mimpi yang menjadi kenyataan itu
Hanya jiwa yang melayang
Dan naluri mengatakan inilah sayap kebebasan
Berharap kan menemukan
Apa yang selama ini
Kudoakan tanpa pernah mendapat balasan
Kumimpikan tanpa pernah mendapat jawaban
Kunyanyikan sepenuh hati dengan suara kebisuan
Uluran tangan
Begitu menggoda untuk kuraih
Begitu hangat dan terang
Lembut dan melebihi semua
Yang pernah terpikirkan olehku
Terbersit pikiran sang ular
Bahwa sekali lagi, inilah jebakan
Jebakan yang akan menyebabkanku
Terlempar begitu jauh
Dalam ke tengah neraka semesta ini
Kedua kalinya
Namun apa daya
Hati yang tersayat ini
Mengidamkan pengobatan
Perasaan yang hancur ini
Merindukan penyatuan
Tanpa banyak pikir
Dipenuhi oleh hasrat dan gembira yang membuncah
Kuambil keraguanku
Dan kulempar jauh
Hanya tuk menyambut tangan yang terulur itu
Yang sedari tadi kuacuhkan
Akhirnya terbukalah pintu
Yang selama ini hanya menyapaku dalam kekakuan
Jauh terpendam di bawah sadarku
Begitu megah
Indah
Namun belum terlihat juga apa itu dibaliknya
Menungguku sampai ke sana pada waktunya
Dan kali ini tak berhenti tanganku
Hanya memegangnya
Seperti yang selama ini ku percaya
Seraya tetap berharap
Kuputar pegangan pintu itu
Dan bertemulah aku dengan Surga..
-Naytica-
No comments:
Post a Comment