Friday, May 20, 2011

Permainan Semata

Hanya keberuntungan semata kah,
Sebab ku berada disini?

Tidak lebih kah aku
Dibanding yang lain?

Semudah itukah
Kau bilang sayang
pada pasangan mu?

Tanpa cinta kah
Kau menerima rasa ku?

Hanya main-main kah
Sebab ku berada di sini?

Apakah artinya
Kata-kata cintamu
Sebelum kau jatuh hati padaku?

Hanya kebohongan kah
Kehangatan tubuhmu
Yang menyelimuti sekujur tubuhku?

Sampaikapan kah
Kan kau sembunyikan rasa mu?

Sampai kapankah
Kan kau biarkan ku berharap
Akan sesuatu yang tak baku?

Sudahlah!
Sudahi saja permainan menyakitkan ini
Yang bagai menyayat hatiku
Di setiap saat kau mengatakan
'Ku mencintai mu'

Sudahlah!
Sudahi saja permainan tanpa tujuan ini
Sebelum harapanku melambung terlalu tinggi
Dan kan membuatku terperosok terlalu dalam
Hingga ku pecah dan mati
Tanpa dapat diselamatkan...

-Naytica-

Cinta, Kesuksesan, dan Kegagalan

Disaat kau temukan belahan jiwamu
Disaat itulah kebahagiaan kau temukan

Disaat kesuksesan kau dapatkan
Disaat itulah kau sadari
Bahwa kebahagiaan sejati belum menghampiri

Bilamana kegagalan mengunjungi
Disaat itulah kerinduan
Akan sang penyejuk hati datang

Sungguh mudahlah tujuan hidup semua insan itu kau genggam
Bila cinta sudah ada di hatimu
Dengan orang-orang yang paling berharga di sampingmu
Meremas lembut jemari mu
Mengalirkan arus deras kasih sayang

Disaat kesuksesan kau capai
Entah mengapa,
Tak juga dapat kau raih kebahagiaan itu
Bak mencoba menadah air hujan

Tak lelah kau coba
Dan terus mencoba
Tuk menangkap nya
Namun,
Bagai ingin menghancurkan harapanmu
Sang sumber segala senyum itu tak kunjung datang

Membuat mu hanya bisa termenung
Menatap ke kejauhan
Dan berangan
Kapankah kau datang padaku,
Wahai pasangan hidupku?
Kapankah kau kan datang,
tuk tanamkan benih-benih kebahagiaan dalam hati ku?
Kapankah kau kan datang,
Dan melengkapi kekosongan dalam jalanku?

Dengan segala lika-liku kehidupan
Kegagalan pasti kan menjadi tamu
Dan membuat kehangatan kasih kau impikan

Bilamana kasih mendekat
Dan mendekapmu erat
Kau kan enggan mengakui kebahagiaan mu
Dan akhirnya melepas dekapan lembut itu
Sampai kau menyesal
Dan terjatuh kembali
Ke lubang hitam

Kebahagiaan itu,
Menjauh bila kau cari
Dan kan mendekat pada saat nya
Maka genggamlah kebahagiaan itu
Disaat Ia sudah berada disampingmu
Dan jangan lepaskan lagi
Agar tak lagi kau terjatuh...

-Naytica-

Perang

Perang telah tiba
Dan kematian telah dekat

Kusiapkan baju zirahku
Kuasah pedangku
Kupasang pelana
Dan kusulut api,
Sang pembawa kehidupan dan kematian
Yang panas membara
Untuk melawan musuh
Di tanah penuh debu

Kubawa teriakan perang
Dan kudengar deburan gendang
Menandakan telah dimulai nya pengadilan terakhir
Antara hidup dan mati

Kuhunus pedangku
Kutebas musuhku
Di tengah sengatan matahari yang menusuk
Di tengah kobaran api yang membakar kulitku
Bagai neraka yang panas tak terbendung
Kulawan musuh
Di tanah penuh debu

Kurasakan pahitnya aura membunuh
Kuhirup bau darah yang menyengat
Seakan tak kenal ampun,
Kulihat pedang-pedang saling menebas
Dan melawan musuh
Di tanah penuh debu
Yang sekarang berlumuran darah

Dengan peluh bercucuran
Dan tubuh penuh sayatan
Kukirim arwah-arwah terakhir ke alam sana
Dari yang muda hingga tua
Dari yang berpengalaman maupun tidak

Akhirnya,
Dengan baju zirah yang t'lah koyak
Dan pedang merah di tangan
Kuserukan teriakan kemenangan
Bagai lolongan serigala di malam purnama
Akhirnya,
Kukalahkan musuh
Di tanah penuh debu

-Naytica-