Tuesday, December 14, 2010

Jatuh

Jatuh..
Aku jatuh..
Begitu dalam..
Sampai kegelapan menyelimutiku
Tanpa secercah cahaya pun..

Jatuh..
Aku Jatuh..
Ke dalam lubang hitam kesendirian..
Ke dalam lubang kesengsaraan..
Ke dalam neraka permusuhan...

Jatuh..
Aku jatuh..
Tanpa ada yang tahu..
Tanpa ada yang akan memperdulikan ku..
Tanpa ada yang akan menyelamatkan ku..

Jatuh..
Aku jatuh..
Di lubang kepedihan tanpa akhir ini..
Terus terombang ambing angin hinaan..
Terbentur batu-batu penghianatan..
Dan tertusuk kerikil-kerikil tajam fitnah..
Semua tanpa akhir..

Oh, mengapa ada lubang sedalam ini?
Mengapa hanya aku yang jatuh kedalam nya?
Mengapa aku yang dipilih-Nya?
Mengapa?

Apakah aku tak pantas,
Hidup dalam rumah berselimutkan kehangatan dan cahaya?
Apakah aku tak pantas,
Mendapatkan senyuman pertemanan,
Pelukan kasih sayang,
Ataupun kecupan cinta?
Apakah aku tak pantas,
Mendengar tawa riang,
Mencium wangi bunga,
Melihat keindahan alam,
Ataupun merasakan kehadiran orang-orang yang sayang kepadaku?

Jatuh..
Aku jatuh..
Dan tak pernah bisa kembali..

-Naytica-

Saturday, December 4, 2010

Santa Angela

Bagai awan gelap
yang mengawali hujan,
kematian keluargamu
mengawali kesedihan.

Bagai pelangi
yang muncul setelah hujan
dan membawa keindahan,
keberhasilan dan ketegaranmu
membawa kebahagiaan.

Bagai bulan yang memberi terang
pada malam yang gelap,
engkau memberi penerangan
pada banyak orang.

Menjadi panutan bagi orang-orang
untuk menemukan Tuhan.
Seperti matahari
yang membuat bintang dan bulan
bisa bersinar.

Seorang yang penyayang
ibarat seorang ibu
bagi kami semua,
engkaulah Santa Angela
yang selalu kami kenang dalam hati
sebagai pelindung kami semua.

-Naytica-

Berada Dalam Gelap

Termenung sendirian,
Menatap kelopak merah,
Bunga mawar yang kauberikan.

Tanpa peringatan,
Seakan ada duri yang menancap,
Hati ku terasa sakit,
Memikirkan kau telah pergi,
Tak lagi berada di sampingku.

Seakan tak terbendung lagi,
Air mataku mengalir deras.

Seakan tak bisa kutahan,
Teriakan sedih penuh sesal terdengar dari mulutku.

Seakan tanpa henti,
Kata demi kata yang menunjukkan betapa ku rindu padamu
Mengalir dari mulutku.

Sungguh ku tak tahu mengapa
T'lah banyak penderitaan yang kurasakan
Kehilangan,
Kesendirian,
Tak diinginkan,
Dan dihianati.

Hingga dirimu menemukanku
Di sebuah sudut gelap,
Mengulurkan tanganmu,
Tersenyum dan berkata,
Ikutlah sebagai teman terbaikku.

Maka ku menyambut tanganmu
Dan melihat senyummu.

Kebahagiaan memenuhi diriku
Hingga terasa sesak.

Mungkin kau tak mengerti,
Namun kaulah segalanya bagiku.

Karena kaulah satu-satunya
Yang menemukanku,
Menyadariku,
Dan menerimaku.

Maka itu sekarang ku bertanya,
Mengapa kau meninggalkan ku
Di lubang kegelapan ini sekali lagi?
Dan membuang diriku demi orang lain?

Ku hanya bisa berharap,
Orang yang kau pilih,
Akan selalu memberi mu kebahagiaan yang tak bisa kuberikan,
Selalu..

Selalu ku berharap..
Meski hatiku terasa pedih tertusuk duri
Yang kau tinggalkan di dalam hatiku..

-Naytica-

Bersama, Kita Adalah Sahabat Abadi

Seperti pohon yang abadi,
Persahabatan kita juga tak kan pernah mati,
Dan terus tumbuh.

Seperti hujan dan matahari,
Persahabatan kita terkadang menyenangkan,
Dan terkadang menyedihkan.

Bersama,
Kita buat persahabatan kita berlangsung s'lamanya.

Bersama,
Kita buat persahabatan kita,
Membuahkan kebahagiaan,
Bagi kita dan orang lain.

Bersama,
Kita tumbuhkan persahabatan kita,
Dengan kepercayaan sebagai sinar matahari,
Kepedulian sebagai air,
Saling menerima apa adanya sebagai tanah,
Dan rasa sayang sebagai pupuk.

Bersama,
Kita menjadi benteng bagi persahabatan kita,
Dari tusukan-tusukan pedang iri hati,
Panah-panah ketidak percayaan,
Dan peluru-peluru kebencian.

Bersama,
Kita adalah Sahabat,
Yang tak terpisahkan.

-Naytica-

Pohon Cinta

Melihatmu,
Membuat sesuatu yang hangat,
Tumbuh di dasar kolam hatiku.

Mendengar suaramu,
Membuatnya menumbuhkan akar,
Sangat dalam.

Melihat senyum dan tawamu,
Membuatnya menumbuhkan batangnya,
Sangat panjang,
Memenuhi tubuhku,
Dengan daunnya,
Dan kehangatannya.

Menyentuhmu,
Membuatnya berbunga,
Sangat banyak dan indah,
Memenuhi tubuhku dengan aroma harum tubuhmu,

Pernyataan cintamu padaku,
Membuatnya berbuah,
Buah cinta,
Yang akan selalu mengenyangkan hatiku,
Akan cintamu.

Namun tanpamu,
Pohon cinta itu tidak bisa tumbuh,
Dan hanya menyisakan kepahitan,
Dalam buahnya yang dahulu sungguh manis,
Semanis senyummu.


Bersamamu selamanya,
Akan membuatnya tumbuh abadi,
Karena seperti cinta kita yang terus membesar,
Seiring berjalannya waktu.

-Naytica-

Birds in The Forest

Sebetulnya, ni puisi rada gaje gitu. Tapi ga tau napa suka aja gw nulis'a. wkkwwk
so, just enjoy~ Even though i don't think it'll make you feel enjoyed reading it. wahahah

In the spring,
There born new birds,
Learning to fly and sing,
To live their lifes in the future,

In the forest,
Full of green.

In the fall,
They fly up high to the seventh sky,
Enjoy the peace up there in the clouds,
And watch the red and brown leaves falling down,

In the forest,
Full of brown and red.

In the winter,
They feed their new born child in the trees,
To make sure they live,
And will continue their journey,

In this forest,
Full of white.

In the summer,
Humans come,
To catch them and kill them and take their feathers,
For their human desires,
that never ends.

Birds flew away,
Because they see,
the future that wait for them here was only death,
and sufferring.

In this hot forest,
Full of the yellow of the sun.

-Naytica-