Termenung sendirian,
Menatap kelopak merah,
Bunga mawar yang kauberikan.
Tanpa peringatan,
Seakan ada duri yang menancap,
Hati ku terasa sakit,
Memikirkan kau telah pergi,
Tak lagi berada di sampingku.
Seakan tak terbendung lagi,
Air mataku mengalir deras.
Seakan tak bisa kutahan,
Teriakan sedih penuh sesal terdengar dari mulutku.
Seakan tanpa henti,
Kata demi kata yang menunjukkan betapa ku rindu padamu
Mengalir dari mulutku.
Sungguh ku tak tahu mengapa
T'lah banyak penderitaan yang kurasakan
Kehilangan,
Kesendirian,
Tak diinginkan,
Dan dihianati.
Hingga dirimu menemukanku
Di sebuah sudut gelap,
Mengulurkan tanganmu,
Tersenyum dan berkata,
Ikutlah sebagai teman terbaikku.
Maka ku menyambut tanganmu
Dan melihat senyummu.
Kebahagiaan memenuhi diriku
Hingga terasa sesak.
Mungkin kau tak mengerti,
Namun kaulah segalanya bagiku.
Karena kaulah satu-satunya
Yang menemukanku,
Menyadariku,
Dan menerimaku.
Maka itu sekarang ku bertanya,
Mengapa kau meninggalkan ku
Di lubang kegelapan ini sekali lagi?
Dan membuang diriku demi orang lain?
Ku hanya bisa berharap,
Orang yang kau pilih,
Akan selalu memberi mu kebahagiaan yang tak bisa kuberikan,
Selalu..
Selalu ku berharap..
Meski hatiku terasa pedih tertusuk duri
Yang kau tinggalkan di dalam hatiku..
-Naytica-
No comments:
Post a Comment