Thursday, November 3, 2011

Tak Dapat Ku Kejar

Setiap kali ku ingin meraihmu
Kau terasa hanya makin menjauh
Semakin tak dapat kugapai
Tak peduli sepanjang apa kuulurkan tanganku

Setiap kali ku mengejarmu
Kau hanya makin menjauh
Bahkan bayanganmu pun tak dapat kugapai
Tak peduli secepat apa ku berlari
Tak peduli nafasku sudah sesak

Entah kapan ku kan akhirnya sampai ke tempatmu
Bagaimana cara ku keluar dari lorong hitam tak berujung ini
Apakah ku bahkan masih sanggup berlari
Disaat kekuatan ku sudah terkuras habis

Entah mengapa..
Kau tak tergapai olehku...

-Naytica-

Saturday, October 29, 2011

Perubahan Hidupku

Saat kau memasuki hidupku
Aku merasa,
Seakan aku baru sembuh dari kebutaan
Seakan baru kusadari betapa indahnya pepohonan
Seakan baru kulihat betapa cantiknya bulan dan bintang di langit malam
Seakan baru kali ini kurasakan hangatnya mentari
Seakan baru kusadari
Betapa berharga
Dan indah hidup ini

Hidupku berubah
Ya...
Berubah

Namun tak pernah terbayang olehku
Bahwa cahaya mentari pun bisa sirna

Sampai ku rasakan kembali
Hidupku berubah...

Seiring berubahnya sikap dan perasaanmu
Kurasakan,
Seakan semua perubahan yang kurasakan
Diputar kembali
Seakan ada yang menekan tombol "reverse" di hidupku

Pepohonan yang dulu mengembangkan senyuman diwajahku
Sekarang menteskan air mata

Langit malam dengan bulan dan bintangnya
Yang dulu memberi ketenangan jiwa
Sekarang membawa sesak di hati dan nafasku

Hangatnya sang surya yang dulu telah mencairkan hatiku
Sekarang tak mampu lagi melelehkan rasa sayang dan cinta
Dalam diriku
Yang telah beku..
Tak bergeming..

Hidup yang dulu kurasa berharga dan indah pun,
Sekarang,
Terasa tak ada gunanya
Begitu gelapnya

Semua hanya karenamu..
Orang yang telah merebut cinta dan sayang ku..
Tanpa pernah mengembalikannya..
Dan sekarang membiarkanku..
Mencampakkanku..
Jatuh kembali ke sisi gelap semesta..
Dimana tak ada yang dapat menemukanku..
Dimana tak juga ku bersua dengan pintu keluar dari neraka ini..

-Naytica-

Tuesday, October 25, 2011

Tak Bisa Kupungkiri

Seperti halnya pasang surut air laut
Cinta kita pun tiada beda

Seperti halnya angin tak tentu arah
Rasa kita pun tiada beda

Namun seperti halnya bermain game
Kau dapat bosan dan tinggalkanku begitu saja

Tak terjamah lagi
Tak kasat mata
Tergeletak di ujung ruangan
Yang gelap dan dingin

Tak bisa kupungkiri
Betapa kurindukan kehangatan itu
Betapa kurindukan bahagiamu itu
Betapa kuingin kembali ke masa lalu

Hanya tuk menghilangkan derita rindu ini
Dan melepas beban
Demi memusatkan perasaanku
Hanya pada cintaku padamu
Yang tak terbagi
Dan hanya satu untukmu

-Naytica-

Monday, October 24, 2011

Orang yang Kucintai Itu

Kemanakah kau pergi..
Kau yang dulu..
Yang berbinar hanya denan melihat bayanganku..

Kemanakah kau pergi..
Kau yang dulu..
Yang kan lakukan apapun
Demi menjaga senyum lebarku..

Kemanakah kau pergi..
Tinggalkan diriku..
Hancurkan hatiku..
Menghabiskan air kesedihanku..

Mengapa engkau pergi..
Tinggalkan hatimu yang dulu
Di masa lalu yang tak dapat kujangkau..

Mengapa engkau pergi..
Tinggalkan dirimu yang dulu..
Di bayangan indah kenangan..

Tidakkah kau dapat melihat isi hatiku..
Yang hancur..
Dan meneteskan air mata
Setiap malam menjelang..
Hanya dengan mengingat namamu..
Hanya dengan melihat kilasan senyum cerahmu..
Hanya dengan merasakan kembali
Hangatnya sentuhanmu..
Harumnya tubuhmu..
Lembutnya ciumanmu..

Oh, Tuhan..
Kembalikanlah dirinya..
Kembalikanlah orang yang kucintai itu..
Kembalikanlah pasangan hatiku itu..
Kembalikanlah pengisi hidupku itu..
Kembalikanlah warna hariku itu..

Karena sesempurna apapun kau ciptakan diriku,
Tuhan,
Sesabar apapun hatiku,
Tak dapat kulanjutkan hidup ini,
Tanpa keberadaannya di sampingku..
Hanya dialah permohonanku,
Ya Tuhan..

Bantulah aku..
Wahai sang Penguasa yang Pengasih..

-Naytica-

Thursday, September 15, 2011

Ke Mana Kebahagiaanku Pergi

Kemanakah kebahagiaan ku pergi
Disaat kesedihan menunjukkan diri

Tidakkah kebahagiaan kan berperang
Membela ku
Melindungi rumahnya dihatiku

Mengapa kebahagiaan mundur
Dan menutup diri
Selagi kesedihan semakin menghancurkan hatiku

Mengapa Ia biarkan
Kesedihan yang mencuri warna hariku
Dan meninggalkan hanya kelabu

Meski ku selami lautan kenangan ku
Tak kunjung ku bersua dengannya

Dimanakah Ia bersembunyi
Apakah yang menutupi nya
Hingga seakan kasat mata
Bening..
Pudar..
Tak terlihat..

Jenuhkah Ia padaku
Yang tak kunjung menghargai
Dan mengingat nya

Marahkah Ia padaku
Yang tak juga menemukan dirinya
Yang berdiri disampingku

Kecewakah Ia padaku
Karena tak juga ku gapai tangannya
Dan mengajak nya kembali
Pulang..
Dimana Ia seharusnya berada..

Maafkan aku..
Yang tak dapat menyadari kehadiranmu
Yang tak juga mengajak mu pulang

Maafkan aku..
Kembalilah..
Aku merindukan rasa hangat ditubuhku
Saat kau menyelimuti ku

Aku merindukan warna-warna hariku
Disaat kau menaburkan bintang-bintang dimalamku
Dan melukiskan pelangi dihariku

Aku merindukan senyum yang terpaku diwajahku
Saat rasa bahagia meluap dalam diriku
Tak tertahankan..
Sangat menyenangkan..

Kemanapun engkau pergi
Kembalilah padaku..
Karena ku membutuhkan Kebahagiaan
'tuk kembali menerangi hatiku
Dengan sinar bagai bintang
'tuk kembali mencairkan hatiku
Dengan hangatnya kebahagiaan

-Naytica-

Friday, May 20, 2011

Permainan Semata

Hanya keberuntungan semata kah,
Sebab ku berada disini?

Tidak lebih kah aku
Dibanding yang lain?

Semudah itukah
Kau bilang sayang
pada pasangan mu?

Tanpa cinta kah
Kau menerima rasa ku?

Hanya main-main kah
Sebab ku berada di sini?

Apakah artinya
Kata-kata cintamu
Sebelum kau jatuh hati padaku?

Hanya kebohongan kah
Kehangatan tubuhmu
Yang menyelimuti sekujur tubuhku?

Sampaikapan kah
Kan kau sembunyikan rasa mu?

Sampai kapankah
Kan kau biarkan ku berharap
Akan sesuatu yang tak baku?

Sudahlah!
Sudahi saja permainan menyakitkan ini
Yang bagai menyayat hatiku
Di setiap saat kau mengatakan
'Ku mencintai mu'

Sudahlah!
Sudahi saja permainan tanpa tujuan ini
Sebelum harapanku melambung terlalu tinggi
Dan kan membuatku terperosok terlalu dalam
Hingga ku pecah dan mati
Tanpa dapat diselamatkan...

-Naytica-

Cinta, Kesuksesan, dan Kegagalan

Disaat kau temukan belahan jiwamu
Disaat itulah kebahagiaan kau temukan

Disaat kesuksesan kau dapatkan
Disaat itulah kau sadari
Bahwa kebahagiaan sejati belum menghampiri

Bilamana kegagalan mengunjungi
Disaat itulah kerinduan
Akan sang penyejuk hati datang

Sungguh mudahlah tujuan hidup semua insan itu kau genggam
Bila cinta sudah ada di hatimu
Dengan orang-orang yang paling berharga di sampingmu
Meremas lembut jemari mu
Mengalirkan arus deras kasih sayang

Disaat kesuksesan kau capai
Entah mengapa,
Tak juga dapat kau raih kebahagiaan itu
Bak mencoba menadah air hujan

Tak lelah kau coba
Dan terus mencoba
Tuk menangkap nya
Namun,
Bagai ingin menghancurkan harapanmu
Sang sumber segala senyum itu tak kunjung datang

Membuat mu hanya bisa termenung
Menatap ke kejauhan
Dan berangan
Kapankah kau datang padaku,
Wahai pasangan hidupku?
Kapankah kau kan datang,
tuk tanamkan benih-benih kebahagiaan dalam hati ku?
Kapankah kau kan datang,
Dan melengkapi kekosongan dalam jalanku?

Dengan segala lika-liku kehidupan
Kegagalan pasti kan menjadi tamu
Dan membuat kehangatan kasih kau impikan

Bilamana kasih mendekat
Dan mendekapmu erat
Kau kan enggan mengakui kebahagiaan mu
Dan akhirnya melepas dekapan lembut itu
Sampai kau menyesal
Dan terjatuh kembali
Ke lubang hitam

Kebahagiaan itu,
Menjauh bila kau cari
Dan kan mendekat pada saat nya
Maka genggamlah kebahagiaan itu
Disaat Ia sudah berada disampingmu
Dan jangan lepaskan lagi
Agar tak lagi kau terjatuh...

-Naytica-

Perang

Perang telah tiba
Dan kematian telah dekat

Kusiapkan baju zirahku
Kuasah pedangku
Kupasang pelana
Dan kusulut api,
Sang pembawa kehidupan dan kematian
Yang panas membara
Untuk melawan musuh
Di tanah penuh debu

Kubawa teriakan perang
Dan kudengar deburan gendang
Menandakan telah dimulai nya pengadilan terakhir
Antara hidup dan mati

Kuhunus pedangku
Kutebas musuhku
Di tengah sengatan matahari yang menusuk
Di tengah kobaran api yang membakar kulitku
Bagai neraka yang panas tak terbendung
Kulawan musuh
Di tanah penuh debu

Kurasakan pahitnya aura membunuh
Kuhirup bau darah yang menyengat
Seakan tak kenal ampun,
Kulihat pedang-pedang saling menebas
Dan melawan musuh
Di tanah penuh debu
Yang sekarang berlumuran darah

Dengan peluh bercucuran
Dan tubuh penuh sayatan
Kukirim arwah-arwah terakhir ke alam sana
Dari yang muda hingga tua
Dari yang berpengalaman maupun tidak

Akhirnya,
Dengan baju zirah yang t'lah koyak
Dan pedang merah di tangan
Kuserukan teriakan kemenangan
Bagai lolongan serigala di malam purnama
Akhirnya,
Kukalahkan musuh
Di tanah penuh debu

-Naytica-

Wednesday, February 23, 2011

Valentine's Day

Makes chocolates
Makes cookies
Makes cakes
Until we forgot to do our duties
Only because we think to serious
About pouring as many love we can pour to our dough

Makes some cute boxes
Makes some beatiful ribbons
Makes some heart-shapped origami
Until we forgot to call him
Only to decorate our chocolates nicely
And show our big love in it

Gives chocolate
Gives roses
Gives our love to those who loves us
And to those who needs some love
To feel in this Valentine Day

Gives a kiss
Gives a hug
Gives our love to our beloved ones
And our family
To get even closer in this Valentine Day

Worrying about how it taste to them
Worrying about if they like it or not
Worrying about if it looks good or not
Because it's special
It's made of pure love
and sacrifices
Just for our beloved ones

Got some candies
Got some chocolates
Got the love they give us
Even though it's small and cheap
It can reflect the love they gave to me
Nice and warm
Only from them

Feels the love
Tastes the chocolates
Feels the Valentine spirit
In our heart
In our mouth
In our body
And in our soul

Happy Valentine!
Share your chocolates!
Share your love!
And feel the feeling,
you've never feel.

-Naytica-