Sunday, January 18, 2015

Bagi Tanah Air

Berlumur darah
Berbalut besi

Menginjak hati nurani demi humani
Membuang hidup nyaman demi hidup penjagal

Di mana kah manusia-manusia tirani itu?
Di mana kah kuasa-kuasa penyamun itu?

Menumpas kepala maupun tubuh
Menghapus rezim kincir angin dan matahari
Diikuti hidung gandum mencari ransum

Akan kah kembali?
Akan kah membawa piala?

Tidak satupun dapat berjanji
Tidak satupun memegang harapan

Mengangkat buah gandum
Memegang biji era otoriter

Hanya berbekal api sebagai makanan
Dan cinta sebagai minuman
Bagi padi dan ikan
Bagi tanah air

-Naytica-

No comments:

Post a Comment